JAKARTA--MIOL: Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat (10/8), meluncurkan perhitungan baru bernama "Indeks Kompas100".
Direktur Utama Erry Firmansyah mengatakan, indeks ini merupakan kerjasama dengan harian Kompas untuk melakukan penilaian 100 emiten yang dimasukkan dalam indeks ini.
"Tapi ini tidak menutup kemungkinan bekerjasama dengan media lain untuk menciptakan indeks baru," jelasnya.
Menurut Erry, indeks ini diharapkan bermanfaat bagi pemodal dalam mengelola portofolio investasinya.
Selain itu, tambahnya, indeks ini juga dapat digunakan fund manager yang akan menggunakannya sebagai acuan dalam menciptakan kreativitas pengelolaan dana yang berbasis saham.
Dalam menentukan emiten yang masuk ke "Indeks Kompas100" ini lebih berdasarkan frekuensi transaksi, nilai transaksi, kapitalisasi pasar, fundamental dan performa kinerja emiten.
"Perhitungan ini sama dengan perhitungan Indeks LQ45, namun ditambah fundamental dan performa emiten," ujarnya.
Dia juga menambahkan bahwa saham yang masuk "Indeks Kompas100" bisa masuk indeks LQ45, namun saham LQ45 tidak bisa otomatis masuk ke indeks 100 ini.
Ke-100 saham yang masuk dalam "Indeks Kompas100" ini adalah saham yang memiliki kode perdagangan:
1. Astra Agro Lestari (AALI),
2. Adhi Karya (ADHI),
3. Polychem Indonesia (ADMG),
4. AKR Corporindo (AKRA),
5. Aneka Tambang (ANTM),
6. Apexindo Pratama Duta (APEX),
7. Arpeni Pratama Ocean Line (APOL),
8. Astra Graphia (ASGR),
9. Astra Internasional (ASII),
10. Bank BCA (BBCA),
11. Bank Bukopin (BBKP),
12. Bank BRI (BBRI),
13. Bank Century (BCIC),
14. Bank Danamon (BDMN),
15. Bhakti Investama (BHIT),
16. Bukit Sentul (BKSL),
17. Berlian Laju Tangker (BLTA),
18. Bank Mandiri (BMRI),
19. Global Mediacom (BMTR),
20. Bank Bumi Artha (BNBA),
21. Bakrie Brothers (BNBR),
22. Bank Niaga (BNGA),
23. Bank Internasioal Indonesia (BNII),
24. Bank Permata (BNLI),
25. Barito Pasific (BRPT),
26. Bakrie Telekom (BTEL),
27. Budi Acid (BUDI),
28. Bumi Resources (BUMI),
29. Clipan Finance (CFIN),
30. Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP),
31. Charoen Pokphand Indonesia (CPIN),
32. Central Proteinaprima (CPRO),
33. Ciputra Development (CPRO),
34. Ciputra Surya (CTRS),
35. Davomas (DAVO),
36. Bakrieland Development (ELTY),
37. Energi Mega Persada (ENRG),
38. Enseval Putra (EPMT),
39. Fajar Surya (FASW),
40. Mobile-8 (FREN),
41. Gudang Garam (GGRM),
42. Gajah Tunggal (GJTL),
43. Indonesia Air Transport (IATA),
44. Indosiar Karya Media (IDKM),
45. Igarjaya (IGAR),
46. Indofarma (INAF),
47. Inco Indonesia (INCO),
48. Indofood Sukses Makmur (INDF),
49. Indah Kiat (INKP),
50. Indocement (INTP),
51. Indosat (ISAT),
52. Jakarta Internasional (JIHD),
53. JAPFA Comfed (JPFA),
54. Jaya Pari Steel (JPRS),
55. Kima Farma (KAEF),
56. Kawasan Industri Jababeka (KIJA),
57. Kalbe Farma (KLBF),
58. Lippo Karawaci (LPKR),
59. London Sumatera (LSIP),
60. Lautan Luas (LTLS),
61. Mitra Adiperkasa (MAPI),
62. Multistrada (MASA),
63. Modernland Realty (MDRN),
64. Medco (MEDC),
65. Nusantara Infrastructure (META),
66. Multi Indocitra (MICE),
67. Multipolar (MLPL),
68. Matahari Putra Prima (MPPA),
69. Metrodata (MTDL),
70. Mayora (MYOR),
71. Perusahaan Gas Negara (PGAS),
72. Jaya Ancol (PJAA),
73. Panin Bank (PNBN),
74. Panin Insurance (PNIN),
75. Panin Life (PNLF),
76. Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA),
77. New Century Development (PTRA),
78. Ramayana Lestari Sentosa (RALS),
79. Radiant Utama (RUIS),
80. Siread Produce (SIPD),
81. Holcim Indonesia (SMCB),
82. Semen Gresik (SMGR),
83. Sinarmas Multiartha (SMMA),
84. Summarecon Agung (SMRA),
85. Indo Acidatama (SRSN),
86. Sumalindo (SULI),
87. Tunas Baru Lampung (TBLA),
88. Timah (TINS),
89. Tjiwi Kimia (TKIM),
90. Telkom Indonesia (TLKM),
91. Tempuran Emas (TMAS),
92. Total Bangun Persada (TOTL),
93. Trimegah Securities (TRIM),
94. Trias Sentosa (TRIAS),
95. Truba Alam Manunggal (TRUB),
96. Tempo San Pasific (TSPC),
97. Bakrie Sumatra Plantations (UNSP),
98. United Tractors (UNTR),
99. Unilever (UNVR),
100.Wahana Ottomitra Multiartha (WOMF).
(Ant/Ol-03)
Sumber: Media Indonesia Online, Jumat, 10 Agustus 2007, 13:28 wib
Senin, 13 Agustus 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut
Posting Komentar