Kamis, 23 Agustus 2007

Kriteria pemilihan 100 Saham untuk indeks Kompas 100

A. Telah tercatat di BEJ minimal 3 bulan

B. Dipilih 150 berdasarkan nilai transaksi di Pasar Reguler

C. Dari 150 saham yang terpilih tersebut, 60 saham dengan nilai transaksi terbesar secara otomatis akan masuk dalam perhitungan indeks J-100.

D. Untuk mendapatkan 100 saham dipilih 40 saham lagi dengan menggunakan kriteria hari transaksi di pasar regular, frekuensi transaksi di pasar regular, dan kapitalisasi pasar. Metode pemilihan 40 saham tersebut adalah:

1 Dari 90 sisanya kan dipilih 75 saham berdasarkan hari transaksi di pasar reguler

2 Dari 75 saham tersebut akan diplih 60 saham berdasarkan frekuensi transaksi di pasar reguler

3 Dari 60 saham tersebut akan dipilih 40 saham berdasarkan kapitalisasi pasar sehingga akan didapat 100 saham

E. Sebagai langkah terakhir dalam penyusunan daftar saham-saham ini, BEJ mempertimbangkan faktor fundamental perusahaan dan pola perdagangan bursa.

Perhitungan indeks Kompas-100 dimulai pada tanggal 2 Januari 2002 ( Kompas 100=100) sampai dengan dimulainya penerbitan indeks tersebut pada tanggal 10 Agustus 2007.

Sejak 10 Agustus 2007, perhitungan Kompas-100 dilakukan di mesin perdagangan saham yang dikenal dengan JATS (“Jakarta automatic trading system”).

Saham-saham yang tergabung dalam pembentukan indeks Kompas-100 akan dikaji ulang dua kali setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.

Sumber: Harian Kompas, 10 Agustus 2007

Selasa, 21 Agustus 2007

Pasar Mulai Menguat

Bank Sentral AS Terus Kucurkan Dana

Jakarta, kompas - Setelah tertekan sangat dalam selama berhari-hari, pasar saham Jakarta, Senin (20/8), mencatat kenaikan harga saham yang cukup signifikan, seperti yang diduga semula. Investor asing pun sebagai pembeli neto.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 132,949 poin atau 6,96 persen menjadi 2.041,584, sedangkan indeks Kompas100 yang memuat 100 jenis saham melompat lebih tinggi sebesar 7,45 persen.

Kegairahan pemodal kemarin ditandai frekuensi transaksi yang mencapai 54.366 kali, memindahkan 4,46 miliar saham senilai Rp 4,7 triliun.

Dari 244 saham yang berpindah tangan, tercatat hanya 13 saham yang turun harganya, cuma sembilan saham yang tidak berubah, sedangkan yang meningkat harganya mencapai 220 saham.

Investor asing mencatat transaksi beli senilai Rp 1,04 triliun, sedangkan transaksi jualnya hanya Rp 844 miliar sehingga mereka dalam posisi beli secara neto (net buying) senilai Rp 197,7 miliar.

Semua pasar di kawasan Asia juga mencatat kenaikan yang cukup signifikan. Reaksi positif pelaku pasar masih menanggapi langkah bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), pekan lalu yang memotong tingkat suku bunga diskonto sebesar 50 basis poin menjadi 5,75 persen. Lebih dari itu, jangka waktu pinjaman pun diperpanjang dari hanya sehari menjadi 30 hari.

Langkah tersebut bertujuan agar suku bunga yang dikenakan bank sentral kepada bank-bank komersial lebih murah sehingga akan mempermudah bank dalam memberikan pinjaman. Langkah itu juga sebagai tindak lanjut bank sentral yang telah menginjeksi dana 97,5 miliar dollar AS lebih ke pasar uang akibat ketatnya likuiditas.

Ketika berita ini diturunkan semalam, di London dan Paris indikator utama harga saham naik 1,0 persen pada pembukaan perdagangan, setelah pasar Tokyo ditutup naik 3,0 persen. Sementara indeks Dow Jones Industrial di bursa saham New York dibuka dengan kenaikan 0,36 persen, Nasdaq dibuka dengan kenaikan 0,33 persen pada perdagangan Senin pagi atau Senin malam di Jakarta.

Hal ini terkait dengan langkah The Fed yang kembali menyuntikkan dana ke pasar uang senilai 3,5 miliar dollar AS guna mengatasi kesulitan likuiditas di pasar uang. Sejauh ini The Fed telah mengguyur pasar uang dengan dana sebesar 97,5 miliar dollar AS, sejak pasar saham bergejolak 9 Agustus akibat terimbas persoalan kredit macet perumahan (subprime mortgage) yang merontokkan banyak pengelola dana investasi di Eropa, Perancis, Australia, dan AS sendiri yang menanamkan dananya pada surat berharga yang berbasis kredit perumahan tersebut.

Menurut Kepala Riset Eurocapital Peregrine Poltak Hotradero, pasar masih akan berfluktuasi. Kenaikan yang terjadi sekarang belum tentu berlangsung lama. "Ini disebabkan karena masih besarnya pengaruh kredit macet perumahan di Amerika Serikat, yang membuat pasar masih terus waspada," katanya.

Ke depan, pasar juga harus mewaspadai kemungkinan melemahnya perekonomian Amerika Serikat yang selanjutnya dapat berdampak pada melambatnya perekonomian China. "Amerika Serikat merupakan konsumen terbesar produk China. Jika perekonomian melemah, tentu ekspor China akan menurun," katanya.

Selanjutnya, menurut Poltak, negara pengekspor bahan mentah ke China juga akan terkena dampak, seperti Indonesia dan Australia.

"Dampak dari kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral AS kan hanya untuk jangka pendek. Apa yang bisa dilakukan oleh otoritas bursa di Indonesia agar saat pasar turun kita tidak terperosok terlalu dalam adalah menyiapkan instrumen lindung nilai (hedging) untuk mengurangi risiko ke depan," kata Poltak.

Tergantung AS

Sementara itu, Menko Perekonomian Boediono mengatakan, kondisi pasar keuangan domestik yang membaik merupakan dampak langkah Federal Reserve menurunkan suku bunga diskontonya. Pemerintah tidak bersedia berspekulasi atas kondisi pasar setelah ini karena perbaikan pasar keuangan global sangat tergantung langkah-langkah yang dilakukan Amerika Serikat sebagai sumber utama permasalahan.

"Saya harapkan ini merupakan awal dari perbaikan. Kami akan bersiap-siap saja dan melakukan langkah-langkah antisipatif," katanya. (AFP/OIN/TAV/DIS)


Sumber: Kompas.com edisi cetak 21 Agustus 2007

Senin, 13 Agustus 2007

BEJ Luncurkan Indeks Kompas100

JAKARTA--MIOL: Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat (10/8), meluncurkan perhitungan baru bernama "Indeks Kompas100".
Direktur Utama Erry Firmansyah mengatakan, indeks ini merupakan kerjasama dengan harian Kompas untuk melakukan penilaian 100 emiten yang dimasukkan dalam indeks ini.
"Tapi ini tidak menutup kemungkinan bekerjasama dengan media lain untuk menciptakan indeks baru," jelasnya.
Menurut Erry, indeks ini diharapkan bermanfaat bagi pemodal dalam mengelola portofolio investasinya.
Selain itu, tambahnya, indeks ini juga dapat digunakan fund manager yang akan menggunakannya sebagai acuan dalam menciptakan kreativitas pengelolaan dana yang berbasis saham.
Dalam menentukan emiten yang masuk ke "Indeks Kompas100" ini lebih berdasarkan frekuensi transaksi, nilai transaksi, kapitalisasi pasar, fundamental dan performa kinerja emiten.
"Perhitungan ini sama dengan perhitungan Indeks LQ45, namun ditambah fundamental dan performa emiten," ujarnya.
Dia juga menambahkan bahwa saham yang masuk "Indeks Kompas100" bisa masuk indeks LQ45, namun saham LQ45 tidak bisa otomatis masuk ke indeks 100 ini.
Ke-100 saham yang masuk dalam "Indeks Kompas100" ini adalah saham yang memiliki kode perdagangan:
1. Astra Agro Lestari (AALI),
2. Adhi Karya (ADHI),
3. Polychem Indonesia (ADMG),
4. AKR Corporindo (AKRA),
5. Aneka Tambang (ANTM),
6. Apexindo Pratama Duta (APEX),
7. Arpeni Pratama Ocean Line (APOL),
8. Astra Graphia (ASGR),
9. Astra Internasional (ASII),
10. Bank BCA (BBCA),
11. Bank Bukopin (BBKP),
12. Bank BRI (BBRI),
13. Bank Century (BCIC),
14. Bank Danamon (BDMN),
15. Bhakti Investama (BHIT),
16. Bukit Sentul (BKSL),
17. Berlian Laju Tangker (BLTA),
18. Bank Mandiri (BMRI),
19. Global Mediacom (BMTR),
20. Bank Bumi Artha (BNBA),
21. Bakrie Brothers (BNBR),
22. Bank Niaga (BNGA),
23. Bank Internasioal Indonesia (BNII),
24. Bank Permata (BNLI),
25. Barito Pasific (BRPT),
26. Bakrie Telekom (BTEL),
27. Budi Acid (BUDI),
28. Bumi Resources (BUMI),
29. Clipan Finance (CFIN),
30. Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP),
31. Charoen Pokphand Indonesia (CPIN),
32. Central Proteinaprima (CPRO),
33. Ciputra Development (CPRO),
34. Ciputra Surya (CTRS),
35. Davomas (DAVO),
36. Bakrieland Development (ELTY),
37. Energi Mega Persada (ENRG),
38. Enseval Putra (EPMT),
39. Fajar Surya (FASW),
40. Mobile-8 (FREN),
41. Gudang Garam (GGRM),
42. Gajah Tunggal (GJTL),
43. Indonesia Air Transport (IATA),
44. Indosiar Karya Media (IDKM),
45. Igarjaya (IGAR),
46. Indofarma (INAF),
47. Inco Indonesia (INCO),
48. Indofood Sukses Makmur (INDF),
49. Indah Kiat (INKP),
50. Indocement (INTP),
51. Indosat (ISAT),
52. Jakarta Internasional (JIHD),
53. JAPFA Comfed (JPFA),
54. Jaya Pari Steel (JPRS),
55. Kima Farma (KAEF),
56. Kawasan Industri Jababeka (KIJA),
57. Kalbe Farma (KLBF),
58. Lippo Karawaci (LPKR),
59. London Sumatera (LSIP),
60. Lautan Luas (LTLS),
61. Mitra Adiperkasa (MAPI),
62. Multistrada (MASA),
63. Modernland Realty (MDRN),
64. Medco (MEDC),
65. Nusantara Infrastructure (META),
66. Multi Indocitra (MICE),
67. Multipolar (MLPL),
68. Matahari Putra Prima (MPPA),
69. Metrodata (MTDL),
70. Mayora (MYOR),
71. Perusahaan Gas Negara (PGAS),
72. Jaya Ancol (PJAA),
73. Panin Bank (PNBN),
74. Panin Insurance (PNIN),
75. Panin Life (PNLF),
76. Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA),
77. New Century Development (PTRA),
78. Ramayana Lestari Sentosa (RALS),
79. Radiant Utama (RUIS),
80. Siread Produce (SIPD),
81. Holcim Indonesia (SMCB),
82. Semen Gresik (SMGR),
83. Sinarmas Multiartha (SMMA),
84. Summarecon Agung (SMRA),
85. Indo Acidatama (SRSN),
86. Sumalindo (SULI),
87. Tunas Baru Lampung (TBLA),
88. Timah (TINS),
89. Tjiwi Kimia (TKIM),
90. Telkom Indonesia (TLKM),
91. Tempuran Emas (TMAS),
92. Total Bangun Persada (TOTL),
93. Trimegah Securities (TRIM),
94. Trias Sentosa (TRIAS),
95. Truba Alam Manunggal (TRUB),
96. Tempo San Pasific (TSPC),
97. Bakrie Sumatra Plantations (UNSP),
98. United Tractors (UNTR),
99. Unilever (UNVR),
100.Wahana Ottomitra Multiartha (WOMF).
(Ant/Ol-03)

Sumber: Media Indonesia Online, Jumat, 10 Agustus 2007, 13:28 wib

"Kompas" "Masuk" Bursa Efek Jakarta

Jakarta, Kompas - Menandai peringatan 30 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, Jumat (10/8), Bursa Efek Jakarta bekerja sama dengan harian Kompas meluncurkan indeks harga saham yang dinamakan indeks Kompas100.

Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama menekan bel tanda dimulainya perdagangan saham pada hari Jumat itu, sekaligus menandai diluncurkannya indeks baru tersebut. Hal ini merupakan peristiwa langka karena pembukaan perdagangan saham biasanya dilakukan pejabat negara, seperti Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri Keuangan. Baru kali ini pula dalam membuat indeks harga saham, Bursa Efek Jakarta (BEJ) bekerja sama dengan media massa. Hal serupa sudah lama dilakukan di negara maju, seperti Jepang, Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura.

Sebagaimana indeks lainnya, seperti indeks harga saham gabungan (IHSG) dan LQ45, indeks Kompas100 yang memuat 100 saham unggulan di BEJ juga merupakan acuan dalam melihat arah pergerakan pasar dan acuan investor dalam mengatur portofolio investasi sahamnya.

Sebelum menekan bel perdagangan, Jakob Oetama menyatakan, peristiwa tersebut penting artinya bagi Kompas karena ini merupakan kehormatan bagi Kompas yang dipercaya untuk digunakan namanya sebagai acuan, indeks di bursa saham.

"Setiap kehormatan adalah tanggung jawab. Kompas ikut menjadi bagian dari pasar modal adalah suatu kepercayaan. Dan, kepercayaan itu harus diuraikan dalam pekerjaan profesional (jurnalistik), yakni akurasi. Semoga Kompas tidak mengecewakan Saudara sekalian," ujar Jakob disambut tepuk tangan pialang di lantai bursa.

Lembaga swasta, seperti halnya BEJ dan Kompas, menurut Jakob, merupakan salah satu pilar kemajuan ekonomi bangsa. Bursa efek, salah satu unsur dalam pilar tadi, berperan mendorong perusahaan negara ataupun swasta untuk berperan dalam kemajuan perekonomian.

Tujuan akhir kemajuan ekonomi Indonesia, menurut dia, harus meningkatkan kesejahteraan, kemakmuran semua warga, terutama yang ketinggalan.

Pilar negara

Dalam sistem ekonomi pasar sosial, sebagaimana yang berlaku di negara ini, menurut Jakob, pilar lain yang tak kalah penting perannya adalah negara. Dalam sistem ekonomi itu, negara tetap punya kewenangan campur tangan, terutama untuk melindungi yang lemah.

Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Jakob Oetama senantiasa menyebut satu pilar lainnya dalam tiga pilar ekonomi pasar sosial, yakni masyarakat madani (civil society). Ketiga pilar itu harus memainkan perannya dalam satu panggung secara bersama-sama.

Acuan

Direktur Utama BEJ Erry Firmansyah mengatakan, peluncuran indeks Kompas100 merupakan wujud komitmen bersama dua lembaga dalam pengembangan pasar modal Indonesia. Indeks baru ini, katanya, diharapkan bermanfaat bagi pemodal dalam mengelola portofolio investasinya. Juga bagi pengelola dana (fund manager) yang akan menggunakannya dalam menciptakan kreativitas (inovasi) pengelolaan dana yang berbasis saham.

Proses pemilihan 100 saham yang termuat dalam indeks Kompas100 mempertimbangkan frekuensi transaksi, nilai transaksi, kapitalisasi pasar, serta kinerja fundamental dari saham-saham tersebut.

Indeks ini akan melengkapi informasi mengenai perkembangan pasar saham pada umumnya dan perkembangan harga masing-masing saham khususnya.

"Diharapkan pula dapat memberi pedoman bagi pemodal dalam melakukan pilihan investasi di pasar modal, yang pada akhirnya akan meningkatkan likuiditas transaksi di BEJ," katanya.

Pada hari pertama kehadirannya, indeks Kompas100 mencatat penurunan 1,6 persen dari posisi 563,464 menjadi 554,217 poin. Seluruh indeks saham di BEJ juga turun, seperti halnya IHSG yang turun 1,55 persen dan LQ45 turun 1,51 persen.

Indeks-indeks saham di bursa negara di kawasan Asia juga melorot lebih tajam, mulai dari 2 persen sampai 4 persen.

Kejatuhan indeks saham itu dipicu anjloknya indeks bursa saham London dan New York sebelumnya, akibat kekhawatiran investor soal kredit macet perumahan di AS, setelah bank terkemuka Perancis, BNP Paribas, menghentikan sementara tiga unit dana (fund) miliknya yang terkena dampak kredit macet di AS sehingga kesulitan menghitung nilai aktiva. (DIS).


Sumber: Harian Kompas, Minggu, 12 Agustus 2007

Kompas-100, Ikon Baru BEJ

Andi Suruji

Melengkapi berbagai acuan investasi yang telah ada bagi investor dan pelaku pasar modal, Bursa Efek Jakarta akan meluncurkan satu lagi indeks harga saham, yang disebut Kompas-100. Peluncurannya dilakukan Jumat (10/8) ini, bertepatan dengan peringatan 30 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia.

Peluncuran indeks Kompas-100 ini tentu merupakan catatan penting bagi Kompas, juga pasar modal dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Inilah pertama kalinya BEJ dalam membuat indeks, bermitra dengan media. Indeks ini bahkan diharapkan menjadi ikon baru pasar modal Indonesia.

Indeks Kompas-100 akan memuat 100 saham yang dipilih melalui beberapa kriteria. Saham-saham yang terpilih, selain memiliki likuiditas yang tinggi, serta nilai kapitalisasi pasar yang besar, juga merupakan saham-saham yang memiliki fundamental dan kinerja yang baik.

Saham-saham yang termasuk dalam Kompas-100 diperkirakan mewakili sekitar 70-80 persen dari total Rp 1.582 triliun nilai kapitalisasi pasar seluruh saham yang tercatat di BEJ. Dengan demikian, tentu dengan mencermati 100 saham saja, investor sudah bisa melihat kecenderungan arah pergerakan indeks. Akan tetapi, ini bisa saja berlawanan arah dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) maupun indeks lainnya.

"Kalau dilihat di belahan dunia lain, banyak media bermitra dengan bursa membikin indeks. Lalu kita mengapa tidak?" ujar Direktur Utama PT Bursa Efek Jakarta Erry Firmansyah.

Adapun pilihan BEJ jatuh kepada Kompas, ia mengatakan, pertimbangannya karena surat kabar ini dinilai memiliki reputasi yang bagus dan dibaca masyarakat secara luas.

"Harapan kami, dengan adanya indeks yang menggandeng Kompas, informasi pasar modal bisa menyebar lebih meluas lagi. Menggairahkan masyarakat untuk mengambil manfaat dari keberadaan BEJ, baik untuk investasi maupun mencari pendanaan bagi perusahaan dalam mengembangkan perekonomian nasional," kata Erry Firmansyah.

Adapun manfaat dari keberadaan indeks ini, yakni adanya acuan (benchmark) baru bagi investor untuk melihat ke arah mana pasar bergerak dan kinerja portofolio investasinya. Pelaku industri pasar modal juga akan memiliki acuan baru dalam menciptakan produk-produk inovasi yang berbasis indeks, misal mengacu pada indeks Kompas-100.

Menambah pilihan

Direktur Schroder Indonesia, Michael Tjoajadi menilai, diluncurkannya indeks Kompas-100 jelas akan menambah pilihan bagi manajer investasi untuk meluncurkan produk-produk baru. Ke depan, juga bisa menambah pilihan bagi pengelola pasar untuk mengembangkan pasar berjangka (futures market).

Manajer investasi pun bisa menerbitkan reksa dana saham yang portofolionya hanya saham-saham yang terdaftar dalam indeks Kompas-100.

BEJ memang telah memiliki banyak indeks. Selain IHSG yang memuat seluruh saham yang tercatat di BEJ, juga ada indeks sektoral. Indeks LQ-45 atau Jakarta Islamic Index yang memuat saham-saham perusahaan yang dalam operasionalnya dapat dikategorikan menerapkan prinsip-prinsip syariah.

Meskipun telah banyak jumlahnya, indeks tersebut dinilai belum juga dapat mengakomodasikan semua kepentingan dan kebutuhan pemodal maupun pelaku pasar lainnya. Indeks LQ-45 misalnya, dinilai sempit cakupannya karena hanya memuat 45 saham, walaupun ke-45 saham tersebut tergolong paling likuid atau paling sering diperdagangkan.

Ada pula yang terlalu luas cakupannya, misal IHSG karena seluruh 300-an saham, yang "tidur" tak diperdagangkan berbulan-bulan sekali pun, tetap dimasukkan dalam perhitungan indeks.

Indeks-indeks harga saham bursa terkemuka umumnya dibentuk dengan menggandeng nama surat kabar besar di negaranya. Di Wall Street, sebutan untuk bursa saham New York, Amerika Serikat, karena beralamat di jalan yang bernama Wall Street, salah satu indeksnya yang sangat terkenal adalah Dow Jones, penerbit surat kabar Wall Street Journal.

Indeksnya kemudian dinamakan Dow Jones Industrial Average (DJIA), yang memuat 30 saham unggulan atau blue chip. The DJIA yang diperkenalkan tahun 1896 oleh Charles H Dow kini seolah jadi ikon pasar modal seluruh dunia.

Begitu juga bursa saham London, Inggris, memiliki Financial Times Index, yang mengambil nama surat kabar ekonomi terkemuka Financial Times. Jepang pun demikian dengan indeks Nikkei yang dikelola surat kabar ekonomi bertiras paling besar di Jepang. Bursa saham Singapura juga menggunakan nama surat kabar Strait Times sebagai nama indeks harga saham.

Memang banyak manajemen bursa saham yang mengelola sendiri indeksnya. Namun, ada juga indeks yang dikelola oleh surat kabar yang menerbitkannya. Indeks Nikkei-225 misalnya, yang memuat 225 saham terbaik di Tokyo Stock Exchange, dikelola sendiri oleh koran Nihon Keizai Shimbun (Nikkei).

"Keabadian"

Di balik penggunaan namanya sebagai ikon pasar modal Indonesia, tentu terdapat pula tanggung jawab berat bagi Kompas. Sebagaimana eksistensinya dalam perekonomian suatu negara, bursa saham dengan segala macam indeksnya merupakan suatu tekad "keabadian" atau setidaknya keberlanjutan hidup untuk suatu jangka waktu yang sangat lama.

Spirit ini diharapkan memacu upaya perbaikan terus-menerus bagi pemilik dan seluruh jajaran pekerja Kompas, juga pengelola bursa saham untuk menggapai "keabadian" tersebut.

Kompas, selain nama surat kabar ini, juga berarti petunjuk arah. Sementara, angka 100 biasanya jadi acuan nilai untuk suatu pekerjaan yang sempurna, cerminan tingkat akurasi yang prima. Sebagai indeks harga saham, Kompas-100 tentu diharapkan menjadi petunjuk bagi investor dalam mencapai hasil investasi yang optimal.


Sunber: Harian Kompas, Jumat, 10 Agustus 2007